Apa yang memicu ketegangan AS dan Venezuela?
Selama berbulan-bulan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menekan Presiden Venezuela Nicolas Maduro agar melepaskan kekuasaan dan meninggalkan Venezuela. AS dan beberapa negara menganggap Maduro memanipulasi pemilihan umum untuk tetap berkuasa sejak 2013.
Trump juga menuduh Venezuela membanjiri AS dengan narkoba. Ia menuding Maduro melindungi kartel perdagangan narkoba. Namun, belum pernah ada bukti yang diberikan AS kepada publik atas tuduhan itu.
AS terus meningkatkan kekuatan militer di Karibia dengan mengerahkan kapal induk, kapal perang, dan jet tempur canggih. Washington memerintahkan penutupan wilayah udara Venezuela.
Belum cukup, AS menerapkan blokade minyak Venezuela dan memperluas sanksi terhadap pemerintahan Maduro. Selain itu, militer AS di Karibia melancarkan serangan terhadap belasan kapal yang dituduh terlibat dalam perdagangan narkoba di Samudra Pasifik dan Laut Karibia.
Mengapa AS menyerang Venezuela dan menangkap Presiden Maduro?
Tekanan AS selama berbulan-bulan terhadap pemerintahan Presiden Maduro berpuncak pada serangan ke ibu kota Venezuela, Caracas, Sabtu (3/1/2026). Selain Caracas, serangan juga terjadi di Negara Bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira.
Trump pun menyatakan telah berhasil menangkap Maduro. ”Amerika Serikat telah berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, yakni Presiden Nicolas Maduro, telah ditangkap bersama istrinya serta diterbangkan keluar dari negara itu,” kata Trump di Truth Social.
Pemerintah Venezuela langsung menyatakan keadaan darurat nasional. Venezuela menuding tujuan serangan AS adalah untuk mengambil alih minyak dan mineral di negara tersebut.
Trump merayakan penangkapan Maduro oleh pasukan AS. Ia memberikan sinyal bahwa Washington berniat mengendalikan politik Venezuela pasca-Maduro. Ia menyiratkan AS tidak akan membiarkan kekosongan kekuasaan di Venezuela diisi tanpa restu Washington.
Kecurigaan bahwa AS mengincar sumber daya alam Venezuela menguat setelah Trump menyatakan bahwa Washington akan sangat terlibat dalam industri minyak negara tersebut. Selama ini, Maduro menuduh AS berniat mengambil alih cadangan minyak Venezuela yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia.
Apa dampak serangan AS ke Venezuela pada minyak dunia?
Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Namun, negara itu hanya memproduksi 1 juta barel minyak atau kurang dari 1 persen produksi minyak global. Sekitar setengah dari produksinya, yakni 500.000 barel, diekspor.
Para analis menilai, dampak serangan militer AS ke Venezuela terhadap pasar minyak global dalam jangka pendek relatif terbatas. Saat ini, pasar minyak global sedang kelebihan pasokan, sementara permintaan melemah.
”Venezuela dulu memang merupakan eksportir minyak yang sangat besar dan ekonominya sangat bergantung pada minyak. Namun, karena mismanajemen dan infrastruktur yang menua, produksinya terus menurun. Yang besar saat ini adalah cadangannya, bukan produksinya,” ujar Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal.
Mengutip laman The Globe and Mail, Minggu (4/1/2026), Venezuela yang memiliki cadangan minyak terbesar di dunia telah ”mencuri” aset AS hampir dua dekade lalu setelah perusahaan minyak AS mengembangkan ladang minyak di negara tersebut. Pasca-serangan AS ke Venezuela, mereka akan kembali mengambil alih dan menghidupkan kembali industri tersebut.
Bagaimana dunia bereaksi atas serangan USA ke Venezuela dan penangkapan Maduro?
Serangan militer Amerika Serikat ke wilayah Venezuela memicu gelombang reaksi internasional. Berbagai negara mengeluarkan kecaman keras, menyerukan penghentian eskalasi, dan menawarkan mediasi diplomatik.
Venezuela mendesak PBB menggelar rapat darurat. Kolombia, negara tetangga Venezuela, khawatir serangan tersebut bakal berdampak pada ketegangan kawasan. Presiden Kolombia Gustavo Petro menyerukan pertemuan darurat PBB untuk menegaskan prinsip penghormatan terhadap kedaulatan, larangan penggunaan kekerasan, dan penyelesaian sengketa secara damai.
Kementerian Luar Negeri Indonesia menyerukan kepada semua pihak terkait untuk mengedepankan penyelesaian damai. Indonesia mendorong de-eskalasi dan dialog serta mengutamakan perlindungan untuk warga sipil.
Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam langkah AS. Moskwa menyebut AS telah melakukan tindakan agresi bersenjata terhadap Venezuela yang dinilai sangat mengkhawatirkan dan patut dikecam. Rusia menilai dalih yang digunakan untuk membenarkan serangan tersebut tidak berdasar.
Kecaman paling keras datang dari Iran. Kedekatan Iran dan Venezuela di sektor energi juga menjadi latar ketegangan. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan, ketika suatu bangsa menyadari adanya upaya pemaksaan secara arogan oleh musuh, perlawanan harus dilakukan tanpa menyerah.
Bagaimana nasib venezuela selanjutnya?
Rakyat dan diaspora Venezuela dihadapkan pada situasi yang membuat mereka harap-harap cemas setelah serangan AS ke Venezuela dan penangkapan Presiden Maduro. Masyarakat Venezuela dihadapkan kepada fakta keadaan di Venezuela belum tentu berdampak kepada pergantian rezim.
Saat ini, kekuasaan dipegang oleh Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez. Lingkaran orang-orang paling berkuasa saat ini dipegang oleh orang-orang dekat Maduro, termasuk Ketua DPR Jorge Rodriguez serta Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello dan Menteri Pertahanan Vlarimir Padrino.
Tokoh oposisi Edmundo Gonzalez yang disinyalir sah memenangi pemilu 2019 ataupun penerima Nobel Perdamaian, Maria Corina Machado, apabila dihitung-hitung, masih kecil kesempatan untuk memimpin Venezuela.
Di sisi lain, lengsernya Maduro disambut dengan sukacita. Maduro dikenal bukan pemimpin demokratis. Rezimnya otoriter dan dilaporkan melakukan kekerasan terhadap oposisi. Selama pemerintahan Maduro, banyak warga Venezuela yang pindah ke luar negeri guna menghindari tekanan pemerintah. Sejak 2014, menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa, sekitar 7,7 juta warga Venezuela atau 20 persen penduduknya pindah.
Posting Komentar